Christmast And New Year Deals Are Here! Get Discount Up To 50%

Ingin Ciptakan Mood Baik Tiap Hari, Minyak Esensial Adalah Solusinya

Ingin Ciptakan Mood Baik Tiap Hari, Minyak Esensial Adalah Solusinya

Minyak esensial adalah minyak yang dihasilkan dari proses distilasi yaitu memanaskan benda cair atau benda padat, kemudian mendinginkannya sehingga menjadi cair kembali. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat minyak esensial bermacam-macam, di antaranya chamomile, lavender, rose, peppermint, dan sebagainya.

Fakta Menarik Seputar Minyak Esensial

jenis minyak esensial
Sumber : Envato.com

Aromaterapi merupakan tradisi yang telah dikenal sejak dahulu. Namun, metode melakukannya makin modern seiring dengan perkembangan zaman. Minyak esensial aromaterapi kini bisa dipasang pada diffuser yang menghasilkan uap dan aroma. Ada pula minyak esensial berbentuk roll on sehingga praktis dibawa.

Selain itu, ada berbagai fakta menarik seputar minyak esensial yang perlu kamu tahu. Simak ulasannya berikut ini.

1. Bukan Minyak Biasa

Bagi kamu yang belum pernah menggunakan minyak esensial, jangan terkecoh dengan namanya. Meskipun disebut minyak, produk ini tidak sama dengan minyak pada umumnya yang biasanya mengandung asam lemak.

Minyak esensial adalah hasil dari distilasi tumbuhan yang menghasilkan komponen dengan konsentrasi tinggi. Produk ini biasanya digunakan sebagai obat atau kosmetik.

2. Molekul Berukuran Kecil

Fakta menarik lain seputar minyak esensial adalah bahwa zat cair ini memiliki molekul dengan ukuran sangat kecil. Hal ini dimungkinkan karena proses distilasi yang dilakukan terhadap materi asalnya yang berbentuk benda cair atau benda padat.

Ukuran molekul yang kecil tersebut membuat kulit dapat menyerap dengan lebih mudah. Itulah sebabnya minyak esensial kerap dimanfaatkan sebagai produk untuk merawat kulit.

Kelebihannya, minyak esensial tidak terkumpul dalam tubuh sehingga tidak menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka waktu panjang. Molekul yang masuk dalam tubuh akan dikeluarkan pula dengan mudah.

3. Butuh Banyak Tumbuhan

Untuk memproduksi minyak esensial, dibutuhkan sangat banyak material tumbuhan. Salah satu contohnya, untuk memproduksi 1 kg minyak esensial rose, perlu disediakan sebanyak 4.000 kg mawar Bulgaria. Minyak esensial lavender sebanyak 1 kg berasal dari 100 kg bahan tanaman lavender.

Dari fakta ini, ada dua poin penting yang perlu disadari. Pertama, minyak esensial adalah minyak dengan konsentrasi sangat tinggi. Kedua, dibutuhkan bahan yang sangat banyak untuk membuat minyak esensial. Produsen memiliki perkebunan sendiri agar kualitas minyak esensial lebih terjaga.

4. Proses Sebelum Digunakan

Minyak esensial lazimnya diencerkan dengan carrier oil saat akan digunakan pada kulit. Kamu juga bisa mencampurkannya dengan lotion atau alkohol. Hal ini karena minyak esensial sangat terkonsentrasi sehingga kemungkinan bisa mengiritasi kulit.

Akan tetapi, ada pula beberapa jenis minyak esensial yang bisa dioleskan tanpa perlu proses pengenceran. Jenis yang langsung bisa digunakan tersebut adalah lavender, sandalwood, chamomile, rose, dan tea tree. Meskipun demikian, penggunaan dalam jumlah normal perlu diperhatikan.

5. Bisa Bertahan Lama

Tahukah kamu, minyak esensial ternyata dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5-10 tahun. Hal ini disebabkan karena konsentrasinya yang sangat pekat dan penggunaannya hanya beberapa tetes saja. Namun, kamu perlu berhati-hati dengan citrus oil karena minyak esensial ini ternyata menurun kualitasnya dalam jangka waktu 1-2 tahun.

Jenis-Jenis Minyak Esensial

minyak esensial aromaterapi
Sumber : Envato.com

Ada berbagai merek minyak esensial yang beredar di pasaran saat ini. Salah satunya, Young Living. Dibuat dari bahan-bahan terbaik dengan proses yang modern, minyak esensial Young Living berkualitas terjamin. Nah, ada beberapa jenis minyak esensial yang ditawarkan di sini, yaitu:

1. Lavender

Lavender adalah jenis minyak esensial yang cukup populer bagi sebagian orang. Minyak esensial ini menyebarkan aroma yang menenangkan sehingga cocok untuk merelaksasi kulit. Selain menenangkan, lavender dapat menguraikan ketegangan saraf. Di sisi lain, lavender bisa meredakan iritasi ringan dan membersihkan noda pada kulit.

2. Peppermint

Fungsi minyak esensial peppermint adalah menciptakan rasa semangat dalam keseharian. Aroma mint yang dihirup akan membuat kamu merasa lebih segar. Jika diaplikasikan pada kulit atau otot, ada sensasi dingin. Karena itu, minyak esensial peppermint cocok digunakan setelah beraktivitas fisik.

Kegunaan lain peppermint adalah meningkatkan fungsi usus dan menjaga saluran pencernaan. Setelah makan dalam jumlah banyak, peppermint juga dapat mengurangi perasaan tak nyaman.

3. Lemon

Kamu pun bisa mencoba minyak esensial lemon yang akan mencerahkan harimu. Lemon dapat menjadi solusi bagi kamu yang sedang mengalami perasaan suram. Jika digunakan sebagai perawatan kulit, minyak esensial lemon ternyata juga dapat mengurangi penuaan. Dengan kulit awet muda, kamu akan merasa lebih percaya diri.

4. Frankincense

Frankincense adalah kemenyan. Jenis minyak esensial ini mungkin terdengar aneh. Namun, sebenarnya frankincense memiliki manfaat baik yaitu meningkatkan ketenangan. Selain itu, jika rutin digunakan juga dapat membuat kulit lebih sehat dan berwarna rata.

5. Lemongrass

Lemongrass atau serai dapat dibuat menjadi minyak esensial. Fungsinya adalah untuk menyegarkan udara. Aroma yang menguar dari minyak esensial juga bisa mengatasi bau asam dalam ruangan.

Kelebihan lain dari lemongrass adalah memiliki sifat membersihkan kulit. Selain itu, lemongrass memiliki kandungan yang dapat menjaga stabilitas sistem peredaran darah.

6. Cedarwood

Minyak esensial cedarwood merupakan pewangi alami yang banyak digunakan. Tak hanya digunakan sendiri, cedarwood juga sering dikombinasikan dengan tumbuhan lain sehingga menciptakan aroma yang unik dan menarik.

7. Oregano

Jangan ragu untuk mencoba minyak esensial seperti oregano. Meskipun terdengar kurang menarik, ternyata minyak esensial ini dapat membantu membuat udara lebih murni saat aromanya tersebar. Kamu juga bisa menggunakannya untuk pemijatan setelah lelah beraktivitas.

8. Grapefruit

Minyak esensial dengan aroma grapefruit akan membantu kamu mendapatkan kembali energi yang hilang. Selain itu, kandungan penting dalam grapefruit yang tak bisa diabaikan adalah antioksidan.

Nah, inilah berbagai jenis minyak esensial yang bisa kamu coba untuk kegiatan aromaterapi. Menariknya, Young Living menyediakan semua jenis minyak esensial tersebut serta masih banyak pilihan lainnya. Karena itu, jangan tunda lagi untuk mencobanya sekarang.

Best Seller

Related Article